Berita  

Panggilan Kemlu untuk Dialog Inklusif di Yaman

Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), memanggil semua pihak yang terlibat dalam konflik di Yaman selatan untuk memprioritaskan dialog yang inklusif dan komprehensif dalam upaya menemukan solusi yang adil. Kemlu memantau perkembangan terbaru di Republik Yaman, terutama di Yaman selatan, terkait eskalasi yang terjadi sejak 30 Desember lalu saat pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) mengambil alih wilayah Hadhramaut dan Al-Mahra pada awal Desember.

Indonesia mendukung upaya Arab Saudi dalam melaksanakan konferensi komprehensif guna mencari solusi adil terhadap isu di Yaman selatan. Provinsi Hadhramaut dan Al-Mahra, yang hampir mencakup setengah wilayah Yaman dan berbatasan langsung dengan Arab Saudi, menjadi pusat perhatian akibat konflik ini.

Pada hari yang sama, Arab Saudi menuding Uni Emirat Arab mempengaruhi STC untuk melakukan operasi militer di sepanjang perbatasan selatan Arab Saudi di wilayah Hadhramaut dan Al-Mahra. STC menyatakan bahwa pemerintah Yaman terus mengabaikan wilayah selatan secara politik dan ekonomi, yang membuat mereka menyerukan pemisahan.

Namun, otoritas Yaman menegaskan komitmen mereka terhadap persatuan negara, menolak klaim STC. Indonesia, melalui Kemlu, mendukung upaya pemecahan konflik ini melalui dialog politik yang inklusif dan komprehensif serta merespons positif konferensi yang diselenggarakan oleh Arab Saudi.

Situasi di Yaman selatan semakin memanas sejak STC mengambil alih wilayah tersebut, dan eskalasi konflik menjadi sorotan dunia internasional. Pencarian solusi yang adil dan damai perlu terus didorong agar Yaman dapat kembali ke keadaan stabil dan perdamaian.

Source link