Banjir bandang yang terjadi di Pulau Siau, Sulawesi Utara, pada 5 Januari 2026 menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) telah melakukan penanganan darurat dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam pencarian, penyelamatan, evakuasi korban, serta membuka akses jalan. Beberapa korban yang meninggal dunia antara lain Alvin Anise, Priskila Saol, Hermina Maningide, Rafles Kobis, dan lainnya.
Selain korban jiwa, ada juga tiga orang yang dilaporkan hilang akibat banjir bandang tersebut. Banjir bandang ini dipicu oleh hujan lebat selama lima jam tanpa henti di sejumlah desa/kampung di Pulau Siau. BPBD Kepulauan Sitaro terus memantau situasi dan mengkoordinasikan upaya penanganan bencana. Selain itu, pemerintah daerah dan aparat keamanan bersama-sama bergerak cepat untuk membantu korban dan memulihkan daerah terdampak.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, sangat penting dalam penanggulangan bencana ini. Masyarakat juga turut aktif dalam membantu sesama dan mendukung upaya evakuasi korban. Informasi terkini terkait bencana tersebut terus diupdate untuk memberikan informasi yang akurat dan membantu koordinasi dalam menangani dampak bencana. Semoga korban segera ditemukan dan bantuan terus mengalir untuk mendukung pemulihan daerah terdampak.
Sumber:
– ANTARA News













