Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di bawah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kawu di Kedunggalar, Ngawi, telah ditutup setelah 87 murid dirawat di puskesmas karena alasan kesehatan. Meskipun demikian, SPPG Kawu telah berhasil memberikan asupan gizi kepada 2.139 murid dari 35 lembaga pendidikan dan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 45 orang. Dampak penutupan dapur MBG ini adalah ribuan anak kehilangan akses ke makanan bergizi dan 45 pekerja lokal kehilangan pekerjaan.
Koordinator lapangan SPPG Kawu, Hono Kustiyo, berharap agar Badan Gizi Nasional (BGN) segera memberikan persetujuan agar SPPG tempatnya bekerja dapat dibuka kembali. Selain memberikan kembali asupan gizi kepada anak-anak sekolah, pembukaan kembali SPPG juga akan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat yang bekerja di sana. Kepala Satuan Tugas MBG Kabupaten Ngawi, Ony Anwar Harsono, menjelaskan bahwa SPPG yang memenuhi syarat dan peraturan dari BGN dapat beroperasi. Penutupan sementara dapat dilakukan jika terjadi insiden seperti keracunan, namun dapat kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.












