Insiden tragis yang melibatkan perusakan 159.800 pohon kopi di Desa Kaligedang, Kecamatan Sempol, Bondowoso, telah menimbulkan dampak yang serius bagi aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah tersebut. Dengan ratusan ribu buruh kehilangan mata pencaharian mereka, situasi ini secara potensial dapat memicu konflik horizontal yang dapat melemahkan iklim investasi dan pariwisata di kawasan lereng Ijen. Ahli Ilmu Pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Iffan Gallant El Muhammady, menegaskan pentingnya penanganan yang bijaksana dari pemerintah dan aparat terkait untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. Dia juga menyoroti kegagalan dalam tata kelola kebijakan publik terkait isu agraria dan sosial, serta menekankan perlunya penegakan hukum yang berkeadilan tanpa kriminalisasi kelompok tertentu. Sebagai penutup, dia menyebut sejarah panjang kawasan Ijen sebagai konteks penting dalam memahami permasalahan saat ini, dengan perkebunan kopi yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal sejak abad ke-19.
Pengrusakan 80 Hektar Tanaman Kopi Ijen Bondowoso dan Dampaknya
Read Also
Recommendation for You

Pemilik Perusahaan Terra Drone dan Sembilan Orang Lain Diperiksa Terkait Kebakaran Ruko di Kemayoran Polres…

Penghargaan innovasi pemerintah daerah berdasarkan sejumlah indikator yang diserahkan oleh Kemendagri kepada Bupati Situbondo, Yusuf…

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya segera menindaklanjuti kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh…

Komisi B DPRD Cilacap dibawah pimpinan Didi Yudi Cahyadi menyoroti masalah keterlambatan pemberian Surat Perintah…

Polisi terus menyelidiki kebakaran tragis yang terjadi di Ruko Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat,…







