Polres Metro Jakarta Pusat melalui Program “Polwan Jaga Jakarta” memberikan pendampingan kepada korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang sedang dirawat di RS Pertamina Cempaka Putih. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa kehadiran Polwan dalam Program tersebut di rumah sakit merupakan wujud kepedulian dari jajaran Polres. Tim dari kepolisian juga menyambangi MA, seorang pelajar kelas 11 yang terluka akibat ledakan, yang saat ini sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.
MA mengalami luka lecet pada telinga kiri dan keluhan dengung pada pendengaran, namun kondisinya mulai membaik seiring dengan perawatan yang diberikan. Polwan membawa buah tangan dan memberikan semangat kepada MA agar dapat pulih secepatnya. Selain memberikan dukungan kepada korban, kehadiran para Polwan juga memberikan penghiburan kepada keluarga korban yang menerima kunjungan tersebut dengan haru.
Program “Polwan Jaga Jakarta” bukan hanya menitikberatkan pada keamanan, tetapi juga memperhatikan kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam mendekatkan diri dengan masyarakat, terutama dalam situasi sulit seperti ini. Diharapkan dengan perhatian dan dukungan yang diberikan, korban akan semakin bersemangat untuk pulih.
Selain para Polwan, sejumlah personel Kepolisian juga menjaga keamanan di area RS Pertamina Cempaka Putih, sementara Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan bahwa tugas menjaga ibu kota tidak hanya tentang keamanan, tetapi juga tentang kehadiran kemanusiaan dan kepedulian terhadap warga Jakarta. Ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta merupakan kejadian tragis yang menyebabkan beragam cedera pada siswa dan guru yang sedang melaksanakan Shalat Jumat di masjid sekolah tersebut. Kepanikan pun terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar akibat insiden tersebut.














