Rusia dan Amerika Serikat (AS) sedang berdiskusi tentang rencana pembangunan terowongan di bawah Selat Bering yang akan menghubungkan kedua negara. Utusan Presiden Rusia untuk Urusan Ekonomi, Kirill Dmitriev, mengungkapkan bahwa pembicaraan tentang proyek terowongan ini telah dimulai. Presiden AS, Donald Trump, menyambut gagasan tersebut dengan positif saat melaporkan pertemuannya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih.
Rencana terowongan ini akan menghubungkan Rusia dan AS melalui jalur kereta api yang akan memberikan banyak manfaat. Dmitriev optimis bahwa proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari delapan tahun dengan biaya yang lebih rendah dari perkiraan awal. Teknologi dari perusahaan milik Elon Musk, The Boring Company, diharapkan dapat mendukung penghematan biaya pembangunan terowongan ini.
Dmitriev menyoroti potensi proyek ini dalam pengembangan sumber daya bersama, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara. Dia juga mengungkapkan bahwa RDIF telah memiliki pengalaman dalam membangun infrastruktur lintas batas, seperti jembatan kereta antara Rusia-China.
Rencana pembangunan terowongan di bawah Selat Bering ini diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi kedua negara dan juga menjadi tonggak kerjasama yang positif antara Rusia dan AS.


















