Jane Goodall, seorang primatolog dan antropolog asal Inggris yang terkenal, melakukan penelitian lapangan tentang kehidupan simpanse liar selama enam dekade di Taman Nasional Gombe Stream di Tanzania. Pada tahun 1960, dia memulai penelitiannya di Gombe Stream, di mana simpanse mulai terbiasa dengan kehadirannya sehingga dia bisa mengenali masing-masing individu dan menyaksikan perilaku mengejutkan.
Salah satu temuannya yang menarik adalah ketika dia melihat simpanse jantan, David Greybeard, membuat alat dengan mematahkan rumput dan memasukkannya ke dalam sarang rayap untuk menangkap serangga. Hal ini mengubah pandangan orang bahwa hanya manusia yang mampu membuat alat. Goodall juga menemukan sistem komunikasi yang kaya di antara simpanse di Gombe, dengan suara-suara yang memiliki makna tertentu.
Goodall mendirikan Jane Goodall Institute pada 1977, yang terus mendanai proyek konservasi dan penelitian ilmiah di berbagai negara. Penemuan pentingnya tentang kemampuan simpanse membuat alat memperkuat argumen bahwa garis pemisah antara manusia dan kera semakin kabur. Selain itu, penelitian ilmuwan lain juga membuktikan bahwa simpanse memiliki kemampuan yang kompleks, seperti pengajaran alat dari generasi ke generasi.
Meskipun awalnya Goodall sering diremehkan karena caranya memperlakukan hewan dan dianggap terlalu sentimental, namun bukti-bukti yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun akhirnya diakui kebenarannya. Dia memberi nama pada simpanse, mencatat garis keturunan mereka, dan mengakui kepribadian masing-masing. Dan akhirnya, pada 1965, disertasinya menjadi tonggak penting dalam bidang etologi modern.






