Pencabulan terhadap dua bocah perempuan berusia 7 dan 10 tahun di Sukolilo mengakibatkan kedua korban mengalami trauma yang berat dan enggan bersekolah maupun mengaji. Kejadian tersebut terungkap setelah salah satu korban menceritakan pengalaman mengerikan tersebut kepada orang tuanya. Aksi bejat pelaku dilakukan di beberapa lokasi tersembunyi, termasuk di ruang wudhu perempuan sebuah masjid di Sukolilo. Warga yang emosi hampir menghakimi pelaku, namun aksi massa dapat dicegah setelah kepolisian tiba di lokasi. Pelaku, yang tidak memiliki pekerjaan tetap, telah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya untuk penyelidikan lebih lanjut. Kepolisian juga mengimbau agar masyarakat melaporkan jika ada anak lain yang menjadi korban pencabulan untuk diproses lebih lanjut. Selain itu, kondisi dua adik kandung pendakwah Habib Bahar bin Smith yang menjadi korban tindak pidana di Tangsel juga menunjukkan perkembangan meski masih diliputi rasa trauma. Semua pihak diharapkan untuk bersama-sama melawan tindakan kejahatan terhadap anak-anak demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi mereka.
Dampak Pencabulan Terhadap Anak: Mengenal Trauma yang Berkepanjangan
Read Also
Recommendation for You

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, mengunjungi kediaman almarhum Suhardi,…

Ribuan peserta memadati lokasi acara trail run bareng Pekalen Rafting yang digelar di Desa Pesawahan,…

Polisi telah menangkap dua pria dan seorang perempuan yang diduga membawa senjata tajam untuk tawuran…

M. Shadiq Pasadigoe menghadiri kegiatan Sosialisasi Daerah Pemilihan (Sosdapil) di Batusangkar, dimana upaya menjaga karakter…

Polisi telah berhasil mengamankan 16 anak yang diduga terlibat dalam insiden tawuran yang menyebabkan kematian…













