Polda Metro Jaya membantah aktivis yang ditahan melakukan mogok makan dan sulit dijenguk saat penahanan. Berdasarkan pantauan CCTV dan keterangan penjaga, tidak ada aksi mogok makan dilakukan. Akses kunjungan terhadap tahanan tetap normal, dengan waktu kunjungan Senin hingga Kamis dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, serta hanya empat orang yang diizinkan mengunjungi tahanan. Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM KemenHAM menyatakan bahwa aksi mogok makan dari aktivis harus dihormati sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Tersangka aktivis dan keluarganya mengatakan bahwa mogok makan dilakukan sebagai protes terhadap penangkapan mereka. Para aktivis akan terus mogok makan hingga seluruh tahanan politik dibebaskan. Mereka ditangkap setelah aksi unjuk rasa di Jakarta dan diduga terlibat dalam penghasutan aksi anarkis. Kepolisian menyebutkan bahwa mereka menggunakan media sosial untuk menyebarkan ajakan demonstrasi yang berpotensi menimbulkan kerusuhan. Semua informasi ini menjadi sorotan utama dalam kasus penahanan aktivis di Polda Metro Jaya.
Polda Metro Bantah Aktivis Tidak Lakukan Mogok Makan
Read Also
Recommendation for You

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar mulai berkurang setelah Pertamina Patra Niaga dan…

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyita 518 kartrid rokok elektrik berisi narkotika jenis etomidat…

Ratusan sopir dump truk di Gresik meminta pemerintah daerah mengevaluasi pembatasan jam operasional angkutan. Aturan…

Polisi menangkap seorang pria berinisial SMA yang diduga membunuh seorang perempuan di kawasan Tanah Abang,…














