Digitalisasi Bansos Banyuwangi: Sukses Dibalut Antusiasme Warga

Warga di Banyuwangi menunjukkan antusiasme dalam mengikuti uji coba pendaftaran bansos digital di Desa Kemiren. Daerah ini dipilih sebagai lokasi uji coba nasional untuk penerapan digitalisasi bantuan sosial, sebuah program yang diharapkan akan meningkatkan transparansi dan akurasi dalam penyaluran bansos. Uji coba perdana dilakukan di Desa Kemiren dan Kelurahan Lateng, dengan warga mendaftar melalui aplikasi Portal Perlinsos atau dibantu oleh agen perlinsos.

Kedua kepala desa di wilayah tersebut, M Arifin dan Joko Mukhlis, mengungkapkan dukungan mereka terhadap digitalisasi ini. Mereka yakin bahwa sistem baru ini akan mengurangi kesalahan dalam penyaluran bansos dan memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran. Bahkan tokoh agama seperti Ketua Badan Musyawarah Keagamaan Banyuwangi, Pendeta Anang, juga memberikan dukungan atas inisiatif ini.

Di lapangan, warga yang berharap untuk menerima bansos juga memberikan respon positif terhadap langkah digitalisasi ini. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut mengawasi jalannya uji coba dan senang melihat antusiasme warga sekitar. Dia menegaskan bahwa dengan model baru ini, seluruh warga dapat mendaftar tanpa ada yang terlewat.

Dalam kegiatan uji coba ini, juga turut hadir beberapa pejabat pemerintah pusat yang memberikan informasi dan bimbingan. Diketahui bahwa digitalisasi bansos memberikan dua opsi pendaftaran, baik melalui aplikasi Portal Perlinsos maupun dengan bantuan agen perlinsos. Program ini merupakan langkah awal dan diharapkan dapat ditingkatkan ke seluruh wilayah Banyuwangi mulai bulan Oktober.

Data yang terkumpul akan melalui proses verifikasi agar lebih valid, dan warga yang tidak lolos akan diberikan penjelasan dan kesempatan untuk mengajukan sanggahan. Semua proses ini dilakukan secara transparan agar masyarakat dapat memantau jalannya proses tersebut. Diharapkan bahwa hasil dari uji coba ini dapat diterapkan secara luas pada penyaluran bansos di tahun-tahun mendatang.

Source link