Royal Surakarta Wellness Festival (RSWF) akan menggelar budaya Keraton Surakarta pada bulan November 2025. Acara ini tidak hanya akan menawarkan kegiatan liburan biasa, tetapi juga kegiatan penyembuhan yang mencakup kearifan lokal dan budaya Keraton Surakarta. Project Leader RSWF, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Putri Purnaningrum, menjelaskan bahwa acara tersebut akan menjadi wadah bagi orang-orang untuk terlibat dalam kegiatan penyembuhan, bukan hanya yoga atau kebugaran, namun juga sebagai cara untuk menggabungkan budaya dalam proses penyembuhan.
Salah satu contohnya adalah tirakat pada malam satu suro yang mengajak peserta untuk berjalan kaki sambil mengelilingi Benteng Keraton Surakarta. Festival kebugaran ini akan terbagi menjadi lima kegiatan utama, termasuk “Javanese Wisdom Immersion” yang memungkinkan peserta untuk belajar tentang abdi dalem, mempelajari busana tradisional, dan merangkai bunga sesaji. Selain itu, ada juga kegiatan “Gendhing for Therapy” yang melibatkan belajar tembang, mengenal instrumen gamelan, dan memahami notasi gamelan.
Kegiatan lainnya termasuk “Royal Dance Symphony” yang memperkenalkan tari tradisional gaya Surakarta dan “A Holy Journey” yang mengajak peserta untuk menjelajahi Keraton dan meditasi di Tugu Pamandengan. Dengan menjadikan budaya sebagai bagian dari penyembuhan, Royal Surakarta Wellness Festival bertujuan untuk memberikan pengalaman yang mendalam dan bermakna bagi para pengunjung.


















