Balai Dsa Yosorati di Kecamatan Sumberbaru, Jember, menjadi sorotan karena penyerahan honorarium kepada ratusan guru ngaji, modin, dan guru agama nonmuslim. Mereka tampak ceria menerima honorarium sebesar Rp1,5 juta secara serentak. Ali Muhdor, salah seorang guru ngaji, merasa istimewa dengan momen tersebut karena bisa langsung menerima honorarium tanpa harus antre di bank seperti sebelumnya.
Ini merupakan perwujudan janji Bupati Jember, Muhammad Fawait, untuk memuliakan guru ngaji dan memberikan perhatian pada para pendidik agama. Dengan rekor baru, sebanyak 22 ribu orang menerima honorarium, jumlah terbanyak sejak program ini dimulai. Selain itu, nilai honorarium juga mengalami kenaikan signifikan dari beberapa tahun sebelumnya.
Penyaluran honor dilakukan secara terhormat dan efisien, sesuai dengan perintah Bupati Jember. Para penerima honorarium terdiri dari guru ngaji, modin, dan guru agama nonmuslim. Gus Fawait juga menerapkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk para penerima dengan iuran bulanan yang ditanggung oleh Pemkab, sebagai bentuk perlindungan sosial bagi profesi yang jarang mendapat perhatian.
Program ini tidak hanya sekadar distribusi insentif, tapi juga memberikan pesan bahwa janji kampanye yang dulu diragukan kini telah terwujud. Para guru merasa diakui dan dihargai melalui program ini. Kesempatan untuk mendapatkan honorarium dan perlindungan sosial menjadi langkah nyata dari komitmen bupati dalam mewujudkan janji politiknya.


















