Berita  

DPR Dikepung Gas Air Mata, Damkar Semprot Air ke Lingkungan untuk Atasi Krisis

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta telah mengambil langkah dengan mengirimkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk menyemprotkan air di sekitar DPR RI setelah efek sisa gas air mata dirasakan. Para pewarta mengabarkan bahwa sisa gas air mata masih terasa di sekitar pintu sebelah kiri gerbang utama DPR RI, membuat orang merasa tidak nyaman dengan mata perih dan bersin-bersin. Sementara di depan gerbang utama DPR RI, tidak terasa adanya sisa gas air mata. Sebelumnya, telah terjadi aksi unjuk rasa di Jakarta, termasuk di sekitar gerbang utama DPR RI. Kamis malam, seorang pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan (21), meninggal dunia setelah dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri di tengah kerumunan antara demonstran dan petugas kepolisian di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat. Insiden tersebut memicu kerumunan di Pejompongan setelah demonstran di sekitar kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dibubarkan oleh polisi. Pada Jumat dini hari, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim mengungkapkan bahwa tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat dalam insiden tersebut sedang dalam proses pemeriksaan. Kematian Affan menyebabkan protes susulan yang melibatkan ratusan masyarakat dan rekan pengemudi ojek daring di depan Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri mengungkapkan tujuh nama anggota Brimob yang diduga hadir dalam kejadian yang menewaskan Affan Kurniawan, yaitu Aipda M Rohyani, Briptu Danang, Bripda Mardin, Baraka Jana Edi, Baraka Yohanes David, Bripka Rohmat, dan Kompol Cosmas Kaju. Yang perlu ditekankan adalah sisa gas air mata masih berdampak di DPR RI, sementara insiden di Jalan Pejompongan telah menimbulkan protes dan investigasi terhadap tujuh anggota Brimob yang terlibat.

Source link