Bentrokan di Jalanan Mako Brimob Kwitang: Update Sabtu Malam

Situasi di sekitar Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, tetap gelap hingga Sabtu malam akibat terus berlanjutnya bentrokan antara massa aksi dan aparat kepolisian. Meskipun polisi merespons dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan yang masih melempari mereka dengan botol, batu, petasan, dan kembang api, kondisi di sepanjang Jalan Kramat Kwitang minim penerangan. Asap gas air mata mengepul pekat dan menyebabkan mata dan hidung terasa perih, termasuk para awak media di lokasi.

Di sejumlah titik sepanjang jalan, personel TNI juga terlihat berjaga. Akses menuju Mako Brimob ditutup untuk mencegah meluasnya bentrokan yang terjadi sejak massa menembus barisan aparat TNI dan melempari mereka dengan botol, batu, petasan, dan kembang api. Meski secara sementara terpukul mundur, sebagian massa tetap bertahan dan melawan dengan menyalakan petasan.

Aksi protes ini merupakan kelanjutan dari peristiwa mobil rantis Brimob yang menabrak pengemudi ojek daring hingga menyebabkan korban meninggal dunia di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Kapolri juga telah mengingatkan bahwa aksi unjuk rasa harus berlangsung sesuai dengan UU Nomor 9 Tahun 1998, sementara Menag mengajak tokoh agama untuk menenangkan umat agar tidak terprovokasi.

Source link