Pakar formulasi kebijakan Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, M. Fajrus Shodiq, menyoroti keselarasan delapan program prioritas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2026 dengan visi Asta Cita yang dibangun sesuai dengan arahan Presiden. Menurut Shodiq, RAPBN 2026 yang mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, pendidikan berkualitas, kesehatan universal, ekonomi rakyat, modernisasi pertahanan, investasi, dan perdagangan global terintegrasi dengan baik. Dia memberikan apresiasi terhadap pendekatan ekosistem pemerintah dalam program-program prioritas yang saling terhubung. Shodiq juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan guru dalam sektor pendidikan, terutama penempatan guru di daerah tertinggal. Meskipun program ketahanan pangan dianggap strategis, Shodiq menilai ada kendala dalam penyesuaian data distribusi, terutama dalam memastikan data yang akurat terkait distribusi pangan. Dia menekankan perlunya perbaikan dalam penyelarasan data, monitoring, evaluasi, dan koordinasi lintas sektor untuk mencapai visi RAPBN 2026. Tantangannya adalah memperhatikan detail-detail kecil dalam implementasi secara cermat untuk mencapai keberhasilan program-program prioritas tersebut.
Program Prioritas RAPBN 2026: Kesesuaian dengan Visi Asta Cita
Read Also
Recommendation for You

Pemerintah Indonesia memperkuat pengelolaan talenta nasional melalui integrasi basis data terpadu lintas kementerian dan lembaga….

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambahkan penempatan dana sebesar Rp100 triliun ke perbankan guna…

Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 yang bertujuan untuk…

Sebuah unggahan di platform X menarasikan serangan udara yang berhasil dilakukan dan target yang telah…

Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth, direncanakan akan mengunjungi markas Komando Pusat AS (CENTCOM) di…













