Berita  

Pasar Finansial: Hasil Pertemuan Bank Sentral Dunia dan Prediksi IHSG

Analisis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memproyeksikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kemungkinan akan mengalami pergerakan mendatar pada perdagangan Selasa. Sentimen utama yang mempengaruhi IHSG diperkirakan akan berasal dari tingkat global, terutama dari pelaku pasar yang akan memperhatikan pertemuan para bank sentral dunia dalam Simposium Jackson Hole di Amerika Serikat pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Ratna Lim menunjukkan bahwa IHSG berpotensi untuk menutup ‘gap down’ di level 7.800.

Di sisi lain, dari mancanegara, para pelaku pasar akan memonitor pertemuan bank sentral dunia dalam Simposium Jackson Hole di AS dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada tanggal 22 Agustus. Harapan pasar adalah untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed dari pidato Jerome Powell. Selain itu, pelaku pasar juga akan memperhatikan rilis data terkait sektor perumahan dan Purchasing Managers’ Index (PMI) di berbagai negara.

Dalam konteks internasional, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menghasilkan kesepakatan yang signifikan terkait perang Ukraina. Trump menyatakan bahwa pertemuan tersebut produktif, namun tidak memberikan detail lebih lanjut. Sementara itu, Trump juga melakukan pertemuan dengan Ukraina dan Uni Eropa untuk membahas percepatan perdamaian, dengan saran agar Ukraina menyerahkan wilayah Krimea kepada Rusia.

Di pasar domestik, para pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan pada tanggal 20 Agustus, dimana diprediksikan bahwa BI Rate akan dipertahankan pada level 5,25 persen. Pada sesi perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa dan AS ditutup dengan pergerakan variatif. Euro Stoxx 50 melemah, FTSE 100 Inggris menguat, DAX Jerman naik, indeks CAC Prancis turun, Indeks Dow Jones Industrial Average melemah, S&P 500 juga melemah, sedangkan indeks Nasdaq Composite menguat sedikit.

Dengan berbagai faktor tersebut, pasar saham pada IHSG diprediksi akan mengalami pergerakan mendatar di tengah situasi global dan berita terkini terkait kebijakan moneter serta politik internasional yang akan terus menjadi fokus pelaku pasar.

Source link