Ratusan warga bersama tim SAR, TNI/Polri, dan keluarga korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya berkumpul di Dermaga Bulusan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menggelar doa bersama. Koordinator Unit Pencarian dan Pertolongan (SRU) Darat Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan bahwa shalat ghaib dan doa bersama merupakan upaya untuk memberikan dukungan spiritual kepada tim SAR dalam melaksanakan tugas pencarian korban. Acara ini dipimpin oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi Kiai Sunandi, sebagai bentuk solidaritas dan doa untuk para korban yang belum ditemukan.
Kiai Sunandi menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya. Operasi pencarian dan pertolongan korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya telah diperpanjang selama tiga hari lagi setelah ditemukan dua mayat korban pada Jumat. Hingga saat ini, sejumlah korban selamat mencapai 30 orang, sedangkan 17 korban dinyatakan meninggal dan 25 lainnya masih dalam pencarian.
Kecelakaan kapal tersebut terjadi pada Rabu, 2 Juli 2025, ketika KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam. Doa dan upaya pencarian terus dilakukan untuk memberikan kelancaran bagi tim SAR dan harapan agar semua korban segera ditemukan dan mendapatkan tempat yang terbaik. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi tragedi ini.



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3600376/original/087569200_1634044310-WhatsApp_Image_2021-10-12_at_13.38.27__1_.jpeg?w=700)














