Pemerintah Indonesia sedang berupaya membangun kekuatan industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dalam negeri untuk menjadi pemain utama di ASEAN. Dengan populasi besar, Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dalam industri AI. Perkiraan potensi ekonomi digital ASEAN mencapai 120 miliar dolar AS pada 2027, dengan Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi hingga 40 persen. Salah satu langkah awal yang diambil pemerintah adalah dengan membangun simpul-simpul strategis di daerah industri seperti Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau.
Batam memiliki posisi yang strategis sebagai pusat industri teknologi dan manufaktur. Pemerintah berharap Batam dapat menjadi salah satu pusat pengembangan ekosistem AI nasional. Meskipun demikian, tantangan besar masih dihadapi, seperti infrastruktur digital yang belum memadai, kekurangan tenaga kerja yang kompeten, dan kurangnya dukungan riset untuk memperkuat industri AI. Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk membangun infrastruktur pendukung pengembangan industri AI di Indonesia.
Selain itu, mereka juga mengembangkan AI Talent Factory yang berkolaborasi dengan universitas, industri, dan lembaga riset untuk menyediakan tenaga kerja digital yang mampu menguasai teknologi kecerdasan buatan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu Indonesia membangun daya saing di industri AI dan menjadi bagian dari ekosistem pengembangan teknologi kecerdasan buatan yang lebih luas.













