Rasa lelah tidak selalu muncul setelah olahraga berat, bepergian, atau menjalani aktivitas fisik yang padat. Seseorang tetap dapat merasa kehabisan tenaga pada malam hari meski sebagian besar waktunya dihabiskan dengan duduk, berbaring, atau berada di dalam rumah.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan fatigue atau kelelahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berdasarkan penjelasan NHS UK yang dilansir pada 13 September, pemicunya dapat berasal dari kualitas tidur, kebiasaan sehari-hari, tekanan emosional, hingga kondisi tertentu. Karena itu, banyak atau sedikitnya gerakan tubuh bukan satu-satunya ukuran untuk menilai kebutuhan istirahat.
Terlalu lama diam juga bisa memicu kelelahan
Tidak banyak bergerak berbeda dengan memperoleh istirahat yang memadai. Duduk atau berbaring selama berjam-jam memang mengurangi aktivitas fisik, tetapi belum tentu membuat tubuh dan pikiran benar-benar pulih.
NHS mencantumkan terlalu sedikit aktivitas fisik sebagai salah satu faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan atau memperburuk fatigue. Dengan kata lain, menghabiskan sepanjang hari dalam posisi pasif tidak selalu menjadi jawaban ketika tubuh terasa lelah. Pada kondisi tertentu, tubuh justru memerlukan aktivitas dalam kadar yang cukup agar kebugarannya tetap terjaga.
Aktivitas tersebut tidak harus berupa olahraga berat. Berjalan kaki dan melakukan gerakan ringan secara rutin dapat menjadi pilihan untuk menjaga tubuh tetap aktif, terutama jika pekerjaan atau rutinitas harian mengharuskan seseorang duduk dalam waktu lama.
Beban pikiran tetap menguras tenaga
Meski tubuh tampak tidak bekerja keras, pikiran bisa terus aktif sepanjang hari. Duduk di depan laptop, misalnya, terlihat sebagai kegiatan dengan tuntutan fisik rendah. Namun, selama melakukannya, seseorang mungkin harus menyelesaikan pekerjaan, mengejar tenggat, atau memikirkan berbagai persoalan sekaligus.
Stres dan tekanan emosional semacam itu turut berkontribusi terhadap kelelahan. Inilah sebabnya seseorang dapat merasa letih setelah menjalani hari yang secara fisik tampak tidak sibuk. Waktu untuk beristirahat juga perlu diberikan kepada pikiran, bukan hanya tubuh.
Kebiasaan makan dan minum pun perlu diperhatikan. Jadwal makan yang tidak teratur, pola makan kurang seimbang, atau asupan cairan yang tidak mencukupi dapat membuat tubuh tidak memperoleh kebutuhan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan sehari-hari secara optimal.
Periksa kembali kebiasaan sehari-hari
Sebelum menyimpulkan tubuh sekadar kekurangan energi, beberapa aspek dalam rutinitas harian dapat dievaluasi. Perhatikan apakah tidur sudah cukup dan berkualitas, tubuh terlalu lama berada dalam posisi yang sama, tekanan pekerjaan sedang meningkat, serta kebutuhan makan dan minum telah terpenuhi.
Perubahan sederhana dapat dimulai dengan menjaga jadwal tidur, mencukupi cairan, memperbaiki pola makan, menyisipkan aktivitas ringan, dan menyediakan waktu agar pikiran tidak terus berada dalam tekanan. Seluruh kebiasaan itu tidak harus diubah sekaligus.
Memperbaiki satu kebiasaan kecil secara konsisten dapat menjadi langkah awal. Sebab, rasa lelah tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak tubuh bergerak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas tidur, kecukupan aktivitas fisik, pola makan, asupan cairan, serta kondisi emosional sepanjang hari.

