Mahasiswa INSIDA Gresik Ajak Warga Terapkan Konsep 3R dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga
Oleh Rifki Ahmad | 01 September 2026 | 22:09 – Dibaca 116 kali
Mahasiswa INSIDA Gresik Terapkan Edukasi Pengelolaan Sampah Menjadi Pupuk Organik
Mahasiswa Institut Agama Islam Daruttaqwa (INSIDA) Gresik sukses melakukan kegiatan edukasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah dapur menjadi pupuk organik dengan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Bertempat di Dusun Jubel, Desa Kedunganyar, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik pada Selasa (1/9/2026), kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 INSIDA Gresik.
Penerapan Konsep 3R dalam Edukasi Lingkungan
Di bawah tema “Eco-Action”, kegiatan ini melibatkan mahasiswa Kelompok 5 KKN INSIDA Gresik yang mendatangkan Nur Khosiah sebagai pemateri. Masyarakat diajari mengenai pentingnya memisahkan sampah sejak sumbernya dan cara mengubah limbah organik rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat. Konsep 3R menjadi fokus utama dalam edukasi ini, di mana masyarakat diajak untuk mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih layak, dan mengolah kembali sampah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan.
Khosiah menjelaskan bahwa limbah dapur dari aktivitas rumah tangga dapat diubah menjadi sumber daya yang berguna, terutama dalam mendukung kebutuhan tanaman dan kesuburan tanah. Untuk mewujudkan hal ini, mahasiswa Kelompok 5 KKN INSIDA Gresik mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik rumah tangga sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik.
Penerapan Komposter Timba Tumpuk dalam Pengolahan Limbah Organik
Sebagai bagian dari program kerja, Kelompok 5 KKN INSIDA Gresik mengembangkan komposter timba tumpuk sebagai metode sederhana untuk mengelola limbah organik. Sistem ini mampu menghasilkan dua jenis pupuk organik, yakni padat dan cair, melalui proses pengomposan limbah dapur. Diharapkan dengan penerapan konsep Eco-Action ini, masyarakat dapat mulai bertindak secara nyata di lingkungan sekitar mereka.


















