Istana Bahas Pengembangan Riset Nuklir untuk Energi dan Kesehatan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pengembangan riset nuklir oleh BRIN dan lembaga pemerintah lainnya difokuskan pada kebutuhan energi dan kesehatan, termasuk pembangunan PLTN.
Potensi Nuklir Indonesia
Prasetyo menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi nuklir yang besar, seperti uranium sebanyak 89.000 ton dan thorium 143.000 ton. Para peneliti telah berhasil memurnikan uranium hingga 60 persen, menunjukkan kemajuan dalam teknologi nuklir di Tanah Air.
Riset dan Inovasi BRIN
BRIN memamerkan hasil riset dan inovasi di berbagai sektor selain nuklir, seperti kedirgantaraan, keantariksaan, ketahanan air, energi dan mineral, lingkungan, pengelolaan sampah, perumahan, kebencanaan, kesehatan, transportasi, pangan, dan pertanian. Hal ini mencerminkan upaya BRIN dalam mengembangkan riset yang berdampak luas bagi masyarakat Indonesia.
Selain itu, BRIN juga telah mengukuhkan lima profesor riset baru di bidang biologi hingga nuklir. Langkah ini menunjukkan komitmen BRIN dalam meningkatkan kapasitas riset di Tanah Air untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Harapan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo, setelah meninjau hasil riset ilmuwan BRIN, memberikan arahan kepada 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional. Hal ini menandai komitmen pemerintah dalam menjalin kolaborasi antara peneliti dan lembaga riset untuk menghasilkan temuan-temuan inovatif dalam berbagai bidang.
Pertemuan antara Presiden dan ilmuwan BRIN menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi sumber daya riset nasional. Prasetyo menekankan pentingnya menghasilkan riset yang memiliki dampak langsung dan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
Dengan adanya upaya pengembangan riset nuklir untuk energi dan kesehatan, Indonesia dapat terus berkembang dan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dimiliki secara optimal.


















