ICPI Soroti Tantangan Pariwisata Indonesia di Masa Globalisasi
Jakarta – Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi sektor pariwisata Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang dapat mempengaruhi daya saingnya.
Ketua Umum ICPI, Azril Azahari, menekankan empat isu utama yang mendesak untuk diperhatikan, yaitu harga avtur, mahalnya tiket pesawat domestik, kebijakan bebas visa, serta optimalisasi manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Harga Avtur dan Tiket Pesawat Domestik
Azril menyatakan bahwa biaya avtur di Indonesia masih terbilang mahal, yang kemudian mempengaruhi biaya bahan bakar bagi maskapai yang beroperasi ke Indonesia. Hal ini dapat memengaruhi keputusan maskapai penerbangan untuk membuka rute penerbangan menuju Indonesia.
Di samping itu, tingginya harga tiket pesawat domestik juga menjadi hambatan dalam pengembangan pariwisata nusantara, terutama di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih belum pulih sepenuhnya. Hal ini bisa membatasi mobilitas wisatawan dalam negeri.
Kebijakan Bebas Visa
Azril juga menyoroti kebijakan bebas visa, yang meskipun penting untuk menarik wisatawan asing, perlu dievaluasi lebih lanjut. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih merata.
Ia menyarankan adanya pemberian fasilitas bebas visa secara resiprokal kepada negara mitra dan menghindari aktivitas ekonomi tak tercatat yang dapat merugikan negara. Azril menegaskan pentingnya keberhasilan bebas visa untuk mencegah kriminalitas dan Shadow Economy.
Optimalisasi Manfaat Ekonomi Lokal
Selain itu, pemerintah juga diharapkan memastikan bahwa belanja wisatawan asing lebih banyak mengalir ke pelaku usaha lokal. Hal ini untuk mengurangi potensi kebocoran manfaat ekonomi saat wisatawan memilih akomodasi atau layanan yang dikelola oleh pihak asing.
Dengan biaya perjalanan yang lebih kompetitif, kebijakan yang tepat, dan manfaat ekonomi yang lebih merata, sektor pariwisata diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat regional.


















