Kekeringan Mengancam, Desa Purwareja Klampok Dapat Bantuan Air Bersih
Desa Purwareja Klampok, Banjarnegara, saat ini mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang berlangsung selama dua bulan terakhir. Situasi tersebut semakin memburuk dengan sumur warga dan sumber mata air di Desa Sirkandi dan Desa Purwareja yang mulai mengering. Hal ini memicu respons cepat dari berbagai pihak untuk membantu warga terdampak.
Tindakan Tanggap Darurat dari Tim Gabungan
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Banjarnegara, Polsek Purwareja Klampok, Koramil, Pemerintah Desa, PMI, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan relawan telah bekerja sama dalam mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Bantuan disalurkan menggunakan mobil milik BPBD Banjarnegara dan mobil patroli Polsek Purwareja Klampok untuk mencapai Desa Sirkandi dan Desa Purwareja.
Sekretaris Camat Purwareja Klampok, Agus Arie, menyatakan bahwa penyaluran bantuan air bersih sudah berlangsung selama tujuh hari terakhir. Desa Sirkandi dan Desa Purwareja menjadi prioritas utama karena tingkat kekeringan yang sudah cukup parah di sana. Hingga saat ini, sekitar 42 ribu liter air bersih telah didistribusikan, dengan rata-rata 6 ribu liter setiap harinya.
Dampak Krisis Air bagi Warga
Salah seorang warga Desa Purwareja, Sofiyah, mengungkapkan pentingnya bantuan air bersih dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejak sekitar dua bulan lalu, sumur di rumahnya telah mengering, sehingga air bantuan menjadi penolong utama bagi dirinya dan keluarganya. Meskipun demikian, untuk keperluan memasak dan minum, mereka masih harus membeli air galon isi ulang.
Pemerintah Kecamatan Purwareja Klampok bersama tim gabungan akan terus memantau perkembangan kekeringan dan melanjutkan distribusi air bersih selama situasi masih membutuhkan. Dukungan dan kerjasama antar berbagai pihak diharapkan dapat membantu warga Desa Purwareja Klampok melewati masa sulit akibat krisis air bersih yang mereka hadapi.


















