Petani di Gresik Manfaatkan Lahan Tambak untuk Budidaya Padi di Musim Kemarau
Para petani di Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, kini merasakan manfaat dari budidaya padi dengan sistem mina di lahan tambak produktif. Hal ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap lonjakan harga gabah dan sulitnya pengairan selama musim kemarau. Hasil panen perdana menunjukkan potensi yang menggembirakan bagi petani setempat.
Panen Perdana Menggembirakan dengan Harga Gabah Tinggi
Abdul Manaf, salah seorang petani di Desa Tanggulrejo, mengungkapkan kebahagiaannya terhadap panen perdana padi tahun ini. Dengan harga gabah mencapai Rp 8.000 per kilogram, petani di daerah tersebut mulai merasakan manfaatnya. Selain padi, mereka juga berhasil panen ikan udang dan ikan dengan jumlah yang cukup memuaskan. Dengan hasil padi mencapai 8 hingga 10 ton per hektare, potensi panen yang baik juga menjadi dorongan bagi para petani.
Peran Ketua DPRD Gresik dalam Panen Raya Mina Padi
Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir, turut serta dalam panen raya mina padi tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Syahrul turut membaur dengan petani serta ikut mengoperasikan mesin panen combine untuk memanen padi. Ia juga menekankan bahwa kebijakan pemerintah yang mendukung peningkatan harga gabah mampu memotivasi para petani untuk lebih bersemangat dalam beralih profesi dari pengelola tambak menjadi petani padi.
Melalui pengembangan sistem mina padi, diharapkan produktivitas lahan dapat terus meningkat sehingga mendukung ketahanan pangan daerah. Adanya perbaikan infrastruktur irigasi juga menjadi hal yang ditekankan untuk memastikan pasokan air yang cukup untuk lahan pertanian dengan sistem mina padi.
Dengan adanya dukungan Pemkab Gresik dan perhatian lebih terhadap petani, diharapkan pertanian padi dengan sistem mina dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal baik bagi petani maupun peningkatan ketahanan pangan daerah.


















