Berita  

Pemprov Papua Menyokong Pengembangan Industri Olahan Sagu

Pemprov Papua Dorong Kemandirian Pangan Melalui Ekosistem Sagu

Provinsi Papua terus memperkuat kemandirian pangan daerah dengan memanfaatkan potensi lokal, terutama melalui pengembangan ekosistem industri olahan tanaman sagu secara terintegrasi. Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen, menyoroti potensi besar komoditas sagu dalam menjaga ketahanan pangan dan memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kerja Sama Antar Pihak dan Penggiat Kuliner Lokal

Aryoko menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam pengembangan komoditas unggulan daerah seperti sagu. Dia menekankan keterlibatan aktif seluruh pihak terkait, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pelaku usaha kuliner lokal.

Pertemuan dengan pelaku usaha kuliner pada hari Senin lalu juga turut membahas berbagai kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha. Langkah-langkah strategis tata kelola sagu dibahas bersama penggiat kuliner lokal, Charles Toto, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan lokal.

Peran Sektor Hulu dan Hilir

Dalam upaya menjaga kemandirian pangan lokal, peran sektor hulu dan hilir sangat penting. Dinas Kehutanan dan Dinas Pertanian di Papua bertugas menjaga kelestarian hutan sagu, menyediakan bibit unggul, serta meningkatkan teknik budidaya dan panen yang berkelanjutan. Sementara itu, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Dinas Koperasi UMKM fokus pada pengolahan pascapanen, kualitas kemasan, legalitas usaha, dan akses pasar yang luas.

Dengan komitmen yang kuat, Pemerintah Provinsi Papua berencana untuk menyusun peta jalan pengembangan industri pangan lokal guna meningkatkan nilai ekonomi olahan pangan daerah. Dengan demikian, diharapkan sektor sagu sebagai komoditas unggulan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Papua secara keseluruhan.

Source link