Berita  

Run for Equality 2026: Inisiatif Warga Suarakan Kesetaraan Anak Disabilitas

Run for Equality 2026: Mengampanyekan Kesetaraan Anak Disabilitas

Pada suatu pagi di Senayan Park, Jakarta, sebanyak 1.670 orang berkumpul untuk mengikuti acara Run for Equality 2026. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk mengampanyekan kesetaraan dan pemenuhan hak anak-anak, termasuk penyandang disabilitas. Mereka ingin memastikan setiap anak memiliki ruang untuk bermain, berpartisipasi, dan tumbuh tanpa adanya diskriminasi.

Langkah Sederhana Menuju Kesetaraan

Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastusi, menyampaikan bahwa tema Equal Steps, Equal Play diangkat dalam acara ini sebagai pengingat bahwa kesetaraan bisa diwujudkan melalui langkah-langkah kecil. Data dari BPS dan Kemenko PMK menunjukkan bahwa masih banyak penyandang disabilitas yang menghadapi hambatan dalam mengakses layanan dasar, termasuk pendidikan.

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Jonna Aman Damanik, menekankan pentingnya inklusivitas melalui aktivitas olahraga. Menurutnya, semua orang berhak untuk berolahraga, dan anak-anak penyandang disabilitas harus diberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dengan aman dan setara.

Penyandang Disabilitas: Berani, Berkembang, Bersosialisasi

Wulan Guritno, seorang artis yang juga turut serta dalam acara Run for Equality, memberikan dukungan agar orang tua terus mendampingi anak-anak penyandang disabilitas dengan penuh cinta. Peserta penyandang disabilitas, Zahra (16 tahun), merasakan langsung dampak positif dari inklusi dalam acara ini.

Zahra menyatakan perasaannya saat berpartisipasi, bahwa di sini ia merasa diterima dan memiliki kesempatan yang sama seperti semua orang. Ia berharap semakin banyak kegiatan dan ruang publik yang benar-benar inklusif agar teman-teman disabilitasnya merasa termotivasi untuk keluar, berpartisipasi, dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Run for Equality 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum penting untuk memperjuangkan kesetaraan dan inklusi bagi anak-anak, termasuk penyandang disabilitas di Indonesia.

Source link