Menteri Luar Negeri AS: Iran Ingin Mengontrol Selat Hormuz Sebagai Alat Tawar-menawar
Istanbul – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menuduh Iran berupaya menjadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar di tengah konflik di Timur Tengah. Menurutnya, Iran ingin mengontrol Selat Hormuz untuk mempengaruhi dunia internasional.
Rubio menyatakan keyakinannya sebelum bertolak ke Filipina untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri ASEAN. Ia menegaskan bahwa AS akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan pelayaran global, namun negara lain juga perlu turut serta dalam upaya tersebut.
Perlunya Kontribusi Negara Lain
Rubio mengungkapkan bahwa Amerika Serikat siap untuk melindungi jalur pelayaran global, namun negara lain harus ikut serta dengan memberikan dukungan baik dari segi pendanaan maupun kemampuan militer. Hal ini dianggap penting untuk membantu memastikan keamanan Selat Hormuz dan melindungi komunitas internasional.
Meskipun demikian, Rubio menegaskan bahwa AS tetap terbuka untuk mencari penyelesaian diplomatis dengan Iran. Namun, ia memberi peringatan bahwa jika upaya diplomasi tidak berhasil, situasi tersebut tidak akan menguntungkan Iran.
Respon AS Terhadap Serangan Iran
Marco Rubio juga memberikan tanggapan terkait insiden tewasnya seorang tentara AS di Irak akibat peledakan terkendali terhadap bahan peledak dari drone Iran. Ia menjelaskan bahwa pasukan AS melancarkan serangan sebagai respons atas serangan rudal dan drone Iran yang dianggap menargetkan kapal-kapal komersial.
Rubio juga mengungkapkan bahwa rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Yordania, namun sebagian besar rudal lainnya berhasil dicegat. Hal ini menunjukkan eskalasi ketegangan antara AS dan Iran di kawasan Timur Tengah.


















