Sindrom Text Neck: Cara Mencegah dan Kenalinya

Sindrom Text Neck: Dampak Kesehatan Akibat Kebiasaan Scroll Media Sosial

Kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam untuk scroll media sosial, menonton video, atau membalas pesan di ponsel ternyata dapat berdampak pada kesehatan leher. Posisi kepala yang terus menunduk saat menggunakan gadget meningkatkan tekanan pada otot dan tulang leher, sehingga memicu kondisi yang dikenal sebagai sindrom text neck.

Apa Itu Sindrom Text Neck?

Sindrom text neck merupakan gangguan pada leher dan postur tubuh akibat posisi kepala yang terus-menerus menunduk dalam waktu lama saat menggunakan perangkat elektronik, seperti ponsel, tablet, maupun laptop. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dan ketegangan pada leher, bahu, hingga punggung bagian atas, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani.

Melansir dari Premier Orthopaedics, Rabu (15/7), saat kepala berada pada posisi tegak, leher menopang beban sekitar 4–5 kilogram. Namun, ketika kepala menunduk, tekanan yang diterima leher meningkat berkali-kali lipat. Semakin rendah posisi kepala, semakin besar pula beban yang harus ditahan oleh otot, sendi, dan tulang leher. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, risiko terjadinya sindrom text neck pun akan semakin tinggi.

Cara Mencegah Sindrom Text Neck

Menurut Premier Orthopaedics, Rabu (15/7) pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi risiko sindrom text neck. Beberapa perubahan kebiasaan sederhana saat menggunakan gadget dapat membantu menjaga kesehatan leher sekaligus mencegah ketegangan pada otot dan sendi.

1. Posisikan layar sejajar dengan mata

Usahakan ponsel, tablet, atau laptop berada sejajar dengan pandangan mata saat digunakan. Posisi ini membantu menjaga kepala tetap tegak sehingga tekanan pada leher tidak meningkat secara berlebihan.

2. Batasi penggunaan gadget dan istirahat secara berkala

Hindari menggunakan gadget tanpa jeda dalam waktu yang lama. Menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik, dapat mengurangi kelelahan mata dan ketegangan otot leher.

3. Lakukan peregangan leher setiap hari

Peregangan secara rutin dapat membantu mengurangi kekakuan dan ketegangan pada otot leher. Gerakkan leher secara perlahan ke arah atas, bawah, kanan, dan kiri sesuai batas kenyamanan untuk menjaga kelenturan otot.

4. Perbaiki postur tubuh dan perkuat otot penyangga

Posisi duduk dengan tegak, bahu rileks, dan punggung tersangga dengan baik saat menggunakan gadget. Latihan untuk memperkuat otot punggung atas dan otot inti (core) juga penting untuk menopang leher dan menjaga postur tubuh.

5. Rasakan sinyal dari tubuh

Jangan abaikan rasa pegal, kaku, atau nyeri pada leher setelah menggunakan gadget. Keluhan tersebut bisa menjadi tanda bahwa otot dan sendi leher mulai mengalami kelelahan. Segera ubah posisi duduk, berikan waktu istirahat bagi tubuh, atau lakukan peregangan ringan untuk mencegah keluhan berlanjut.

Source link