Banyuwangi: Pilihan Favorit Penumpang Kereta Api

Lonjakan Pengguna Kereta Api ke Banyuwangi Capai 8 Persen di Semester I 2026

Kabupaten Banyuwangi mencatat lonjakan lalu lintas penumpang kereta api terbesar di wilayah KAI Daop 9 Jember selama semester I 2026. Sebanyak 1,7 juta penumpang naik dan turun di berbagai stasiun Banyuwangi, meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total penumpang yang dilayani PT KAI Daop 9 Jember sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai sekitar 3,5 juta, mengalami pertumbuhan sebesar 6,18 persen dari tahun sebelumnya.

Penumpang Terbanyak di Stasiun Banyuwangi Kota

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan bahwa mobilitas tinggi di Banyuwangi menunjukkan bahwa daerah ini menjadi tujuan favorit penumpang kereta api di wilayah Daop 9 Jember. Stasiun Banyuwangi Kota menjadi stasiun tersibuk dengan melayani sekitar 505 ribu penumpang naik turun selama enam bulan pertama tahun 2026. Sementara itu, Stasiun Jember tetap menjadi stasiun dengan volume penumpang terbesar, melayani sekitar 1,1 juta penumpang.

Layanan Kereta Api Baru Mendorong Pertumbuhan Jumlah Penumpang

Pertumbuhan jumlah penumpang kereta api di Banyuwangi didorong oleh penambahan dua layanan kereta api baru pada 2026, yaitu KA Sangkuriang Ketapang-Bandung PP dan KA Pandalungan 2 Jember-Gambir PP. Respon masyarakat terhadap kedua layanan ini sangat positif, terutama KA Sangkuriang yang mencapai okupansi hingga mendekati 100 persen di wilayah Daop 9 Jember. Di samping Banyuwangi, lonjakan pengguna kereta api tertinggi juga terjadi di Pasuruan dengan peningkatan sekitar 19 persen dari tahun sebelumnya.

KAI Daop 9 Jember menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat dalam menggunakan layanan kereta api. Keunggulan kereta api dalam menyediakan transportasi yang bebas macet, tingkat keamanan yang tinggi, kenyamanan selama perjalanan, dan jadwal perjalanan yang tepat waktu, semakin membuat kereta api menjadi pilihan utama masyarakat.

Source link