Tingkat Penipuan Terhadap Warga Asing di Korea Selatan Meningkat Tajam
Jumlah warga asing yang menjadi korban penipuan di Korea Selatan hampir meningkat empat kali lipat hanya dalam dua tahun terakhir. Data dari Badan Kepolisian Nasional mencatat bahwa kasus penipuan terhadap warga asing mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.
Penipuan Terkait Budaya Pop Korea
Menurut anggota parlemen Kim Joon-hwan dari Partai Demokrat Korea Selatan, banyak kasus penipuan melibatkan penggemar budaya pop Korea “hallyu” dari luar negeri. Para pelaku penipuan sering mendekati penggemar dan menawarkan barang dagangan terkait dengan bintang K-pop, sebelum akhirnya menghilang setelah menerima uang.
Pada periode di mana konser grup K-pop, BTS, berlangsung di Kota Busan, sejumlah kasus penipuan dilaporkan. Data menunjukkan bahwa kejahatan yang menargetkan warga asing di Korea Selatan semakin meningkat, dengan jumlah korban yang naik hingga 81,7% dalam dua tahun terakhir.
Upaya Pencegahan
Dalam menghadapi lonjakan kasus penipuan terhadap warga asing, anggota parlemen Korea Selatan mendesak adanya upaya pencegahan yang lebih baik. Hal ini dilakukan terutama karena jumlah wisatawan asing yang mengunjungi negara tersebut juga mengalami peningkatan yang signifikan.
Data pariwisata pemerintah mencatat bahwa jumlah warga asing yang berkunjung ke Korea Selatan naik 71,7% dalam dua tahun terakhir, mencapai 18,9 juta pada tahun 2025. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif perlu ditingkatkan untuk melindungi warga asing dari tindak kejahatan di negara tersebut.
Sumber: Yonhap-OANA
















