BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Program Perisai di Makassar
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, memberikan apresiasi terhadap Program Perisai yang baru diluncurkan di Kota Makassar. Program ini dianggap sebagai langkah strategis dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, terutama untuk pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU).
Komitmen Pemerintah Kota Makassar
Saiful Hidayat menyatakan bahwa peluncuran program Perisai merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjamin kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Program ini merupakan bagian dari Program Makassar Berdaya dan menjadi salah satu dari tujuh program prioritas Pemerintah Kota Makassar.
Ia mengungkapkan bahwa tingkat Universal Coverage Jamsostek di Kota Makassar saat ini mencapai 54,33 persen, melebihi rata-rata nasional yang hanya 31 persen. Hal ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan keberlangsungan hidup dan kesejahteraan pekerja rentan.
Pemberdayaan dan Meningkatkan Kesejahteraan
Selain memperluas kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan juga fokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga. Mereka berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada penerima manfaat. Tujuannya adalah agar dana santunan yang diterima dapat digunakan untuk mengembangkan usaha produktif, bukan hanya untuk kebutuhan konsumtif.
Saiful Hidayat memberikan contoh bahwa santunan kematian sebesar Rp42 juta yang diterima diharapkan dapat menjadi modal usaha produktif, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Makassar sebagai daerah pertama yang memberikan perlindungan lengkap kepada pekerja rentan melalui skema Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).


















