Kapolri Sigit Prabowo Berencana Jadi Aktivis Setelah Pensiun
Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keinginannya untuk terlibat sebagai aktivis setelah selesai menjabat, dengan tujuan mengisi kekosongan posisi aktivis yang saat ini banyak terpangku di pemerintahan. Ungkapan ini disampaikan saat memberikan sambutan di Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta.
Reaksi Positif Para Peserta Kongres
Sigit mengemukakan keinginannya dengan penuh antusias dan mengharapkan izin untuk beralih profesi setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Kapolri. Para buruh yang hadir memberikan tepuk tangan meriah sebagai respon atas keinginan tersebut. Latar belakang pembicaraan ini adalah adanya banyak aktivis yang saat ini menjabat di pemerintahan, seperti Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan rencana pelantikan Said Iqbal sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
Dukungan Penuh untuk Perjuangan Buruh
Sigit juga menyatakan dukungannya terhadap perjuangan para buruh, khususnya terkait penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja dan mendukung langkah buruh yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Sebagai mantan Kabareskrim Polri, Sigit menekankan kesediaannya beserta jajarannya untuk mendampingi perjuangan buruh dalam memperoleh hak-haknya.
Di tengah tawaan para peserta kongres, Sigit bertutur dengan nada bercanda bahwa setelah sering didemo selama lima tahun menjabat sebagai Kapolri, ia ingin mencoba merasakan bagaimana rasanya menjadi aktivis yang melakukan aksi demo.
Saat dimintai klarifikasi apakah keinginannya ini serius atau hanya lelucon belaka, Sigit pun balik bertanya dengan senyum, menegaskan bahwa tidak ada larangan baginya untuk menjadi seorang aktivis di masa pensiunnya.
Copyright © ANTARA 2026


















