Stres Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan, Benarkah?
Berat badan yang terus bertambah sering kali dikaitkan dengan pola makan yang tidak sehat atau minimnya aktivitas fisik. Namun, ada faktor lain yang mungkin jarang disadari, yaitu stres. Ya, stres juga dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan seseorang.
Faktor Hormon Kortisol dalam Hubungan antara Stres dan Berat Badan
Hormon kortisol menjadi faktor utama yang menghubungkan stres dengan kenaikan berat badan. Saat tubuh mengalami stres, produksi kortisol meningkat. Kortisol membantu tubuh menghadapi tekanan, namun jika stres terus berlanjut, kadar kortisol yang tinggi dapat menyebabkan perubahan dalam tubuh.
Kadar kortisol yang tinggi dapat meningkatkan rasa lapar seseorang, terutama keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori. Selain itu, hormon ini juga dapat menyebabkan tubuh menyimpan lebih banyak lemak, terutama di area perut yang berisiko terkena berbagai penyakit metabolik.
Pengaruh Kortisol dan Insulin pada Kenaikan Berat Badan
Selain itu, peningkatan kortisol juga dapat merangsang produksi insulin, yang membuat tubuh lebih mudah menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak. Pada saat yang sama, banyak orang cenderung “memanjakan” diri dengan makanan tinggi gula dan lemak saat sedang stres, yang dapat menyebabkan asupan kalori berlebih.
Terlalu tingginya kadar kortisol juga berpotensi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan tidur, masalah pencernaan, kelemahan otot, dan peningkatan risiko penyakit jantung.
Untuk itu, mengelola stres dengan baik menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental seseorang.






