Sertifikat TPQ Bakal Jadi Dokumen Pendamping Masuk SMP dan MTs

Bupati Karimun Mendorong Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini dengan Sertifikat TPQ

Ratusan santri TPQ se-Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, baru saja mengikuti prosesi wisuda pada Minggu (31/5/2026) lalu. Prosesi ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an dan mencetak generasi Qurani sejak dini.

Bupati Karimun Menegaskan Pentingnya Sertifikat TPQ

Bupati Karimun, Iskandarsyah, hadir dalam acara Wisuda Santri TPQ Angkatan XXI se-Kecamatan Kundur Barat. Ia menyampaikan bahwa sertifikat Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) akan menjadi dokumen pendamping bagi peserta didik Muslim yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Menurutnya, wisuda TPQ bukanlah akhir dari proses belajar agama, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus memperdalam pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Iskandarsyah menegaskan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman dan berakhlakul karimah. Beliau juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan ekonomi semata, tetapi juga dari kualitas akhlak dan karakter generasi penerus.

Pentingnya Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini

Pemerintah Kabupaten Karimun sedang mengkaji penerapan sertifikat TPQ sebagai dokumen pendamping bagi peserta didik Muslim. Langkah ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak anak-anak untuk mengikuti pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini serta meningkatkan budaya membaca dan memahami Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Sebagai dukungan terhadap pendidikan Al-Qur’an, Pemerintah Kabupaten Karimun telah menjalankan berbagai program pembinaan dan pemberdayaan. Ini termasuk pemberian insentif kepada guru TPQ, fasilitasi sarana pendidikan Al-Qur’an, dan pembinaan melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).

Pelaksanaan wisuda dihadiri oleh 187 santri TPQ dari lima Desa dan Kelurahan di Kecamatan Kundur Barat. Mayoritas peserta adalah siswa kelas VI Sekolah Dasar yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Source link