Rusia: Tidak Ada Penurunan Minat Negara Bergabung ke BRICS
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyatakan bahwa meskipun banyak negara mengalami tekanan dari Barat, minat bergabung ke BRICS tetap tinggi. Menurutnya, Amerika Serikat secara terbuka menyatakan BRICS sebagai musuh utama kemajuan, namun hal ini tidak mengurangi minat negara lain untuk ikut serta dalam asosiasi.
Lavrov juga mengungkapkan bahwa beberapa negara lain telah menyatakan keinginan untuk menjadi anggota BRICS, namun tanpa merinci identitas negara tersebut. Menurut Menlu Rusia, minat untuk berpartisipasi dalam BRICS baik sebagai anggota maupun mitra tetap tinggi.
BRICS: Berupaya Mencegah Politisasi Agenda G20
Selain itu, negara-negara BRICS juga terus berusaha untuk mencegah politisasi agenda G20. Lavrov menekankan pentingnya kerjasama antara negara-negara anggota BRICS dalam menanggapi tekanan dari negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat.
Menurut Menlu Rusia, keberadaan BRICS masih sangat relevan dalam geopolitik global dan menjadi wadah bagi negara-negara yang ingin bersatu melawan dominasi Barat. Meskipun tekanan terus menghadang, minat untuk bergabung ke BRICS tetap tinggi dan menunjukkan kesolidan antara negara-negara anggota.
















