Strategi Imunisasi Kota Bandung Dapat Diterapkan di Seluruh Indonesia
Menekan angka anak yang tidak mendapatkan imunisasi atau zero dose merupakan tantangan serius yang dihadapi di Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut bahwa strategi Kota Bandung yang berfokus pada posyandu dapat menjadi contoh yang baik untuk diterapkan di seluruh negeri.
Inovasi Posyandu dalam Meningkatkan Cakupan Imunisasi
Dante menekankan pentingnya inovasi dalam meningkatkan cakupan imunisasi, terutama mengingat masih ada sekitar 2,3 juta anak di Indonesia yang zero dose. Meskipun cakupan imunisasi secara keseluruhan telah mencapai 80 persen, namun kekebalan komunal (herd immunity) yang diinginkan membutuhkan cakupan hingga 90 persen.
Dalam contoh yang diberikan, Posyandu Tela 9 di Kota Bandung telah melakukan berbagai inovasi, mulai dari dekorasi tempat penimbangan hingga penghargaan bagi masyarakat yang membawa sampah dari rumah. Hal ini menunjukkan bahwa posyandu dapat menjadi ujung tombak dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi di masyarakat.
Peran Kota Bandung dalam Mendorong Kesehatan Masyarakat
Walikota Bandung Muhammad Farhan juga turut berperan aktif dalam memastikan anak-anak zero dose mendapatkan imunisasi yang tepat. Dengan turun langsung ke lapangan bersama posyandu, dia menegaskan bahwa imunisasi adalah langkah awal yang sangat penting dalam memulai hidup sehat bagi anak-anak.
Melalui kerjasama antara pemerintah daerah, puskesmas, dan posyandu, Kota Bandung mampu menurunkan angka anak zero dose dari 102 ribu menjadi 67 ribu hanya dalam satu tahun. Langkah-langkah inovatif yang dilakukan, seperti memberikan penghargaan pada posyandu teladan dan memberikan dukungan kepada para kader, menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan cakupan imunisasi.
Sebagai bagian dari upaya nasional, replikasi strategi imunisasi Kota Bandung ke seluruh Indonesia diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menekan angka zero dose dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
















