Berita  

Aceh: Harapan Abadi (3 – Tamat)

Selama bulan Ramadhan, umat Muslim menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan. Namun, setelah sebulan berpuasa, mereka akhirnya merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh sukacita. Tim Bangkit Sumatera ANTARA memperlihatkan keadaan Lebaran di lokasi bencana di Aceh pada bulan Maret 2026. Mereka berangkat dari Jakarta lima hari sebelum Idul Fitri dan mendarat di Bandara Kualanamu, Medan. Dari sana, tim melanjutkan perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Muda Sedia di Aceh Tamiang.

Saat mereka tiba, suasana rumah sakit sudah berbeda dengan sebelumnya. Bangunan yang dulunya terdampak bencana air bah kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Meskipun belum sepenuhnya pulih, aktivitas di rumah sakit telah kembali normal. Tim dengan sigap mulai menjalankan tugas mereka, merekam gambar, memotret, dan mewawancarai beberapa individu.

Perjalanan tim tidak berhenti di situ. Mereka juga mengunjungi Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang, di pedalaman Aceh. Desa ini terkena dampak bencana banjir yang cukup parah. Untuk mencapai desa tersebut, tim harus menyeberangi Sungai Tamiang dengan rakit sederhana. Di desa tersebut, mereka disambut dengan banyak sampah kayu yang terseret banjir.

Salah satu cerita yang menarik adalah tentang seorang kakek bernama Mukhtar Sulaiman yang membangun sampan kayu besar dari sisa banjir untuk digunakan oleh masyarakat sekitar. Sampan tersebut bukan untuk diperjualbelikan, tapi sebagai bentuk sedekah kepada sesama. Dengan kerendahan hati, Mukhtar berbagi bahwa sampan tersebut adalah kontribusi kecilnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kisah perjalanan tim Bangkit Sumatera ANTARA di Aceh membawa harapan bahwa meskipun terjadi bencana, ada kekuatan yang muncul dari kesatuan dan kepedulian masyarakat. Inilah cerminan dari semangat gotong royong dan kekuatan kemanusiaan di tengah cobaan.

Source link