Verisa Novri, seorang jurnalis foto Xinhua, telah menunjukkan cara yang unik dalam merayakan Idul Fitri. Alih-alih turut berdesak-desakan untuk mendapatkan tiket pesawat atau terjebak dalam antrean panjang di pelabuhan, Verisa memilih untuk melakukan perjalanan dari Tangerang Selatan menuju Palembang dengan sepeda. Dengan perlengkapan sederhana di bagasinya, Verisa memulai perjalanan panjangnya ke kampung halaman tanpa kenyamanan kursi empuk atau kemewahan. Untuknya, mudik bukan hanya sekedar tiba di tujuan, tetapi lebih pada prosesnya yang penuh makna.
Perjalanan Verisa dimulai pada 17 Maret 2026, dari Tangerang Selatan menuju Pelabuhan Merak. Menyeberangi Selat Sunda dan akhirnya sampai di Pulau Sumatera, ia lalu melanjutkan perjalanan melalui Jalur Lintas Timur (Jalintim). Bagi Verisa, Jalintim adalah ruang kontemplasi di mana ia bisa berdialog dengan diri sendiri, menguji batas fisik, dan menemukan ketenangan di tengah keramaian kota.
Meskipun perjalanannya penuh tantangan, dengan teriknya matahari dan debu pekat dari truk-truk yang melintas, Verisa menemukan kepuasan tersendiri dalam bersepeda. Selain menghindari kemacetan dan hemat biaya, Verisa juga bisa merasakan kebebasan dan flexibilitas yang tidak bisa didapat dari transportasi lain. Sebagai seorang jurnalis foto, Verisa juga memanfaatkan perjalanan ini untuk mengabadikan momen-momen indah sepanjang jalan.
Demi menjaga keselamatan, Verisa hanya melakukan perjalanan saat siang hari, dan saat senja turun ia akan mencari tempat aman untuk istirahat. Keselamatan dan kemanusiaan menjadi prioritasnya selama perjalanan ini. Dengan tekad, tenaga, dan keyakinan, Verisa menempuh perjalanan panjangnya dengan penuh kesadaran dan makna, menyapa waktu dan merasakan setiap kilometer perjalanan dengan hati yang lapang dan lega.


















