Konvoi bantuan telah tiba di Ain Al Arab, Suriah utara untuk menyalurkan pasokan bagi para pengungsi. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan konvoi yang terdiri atas 27 truk tiba pada Senin (23/2) di Ain Al Arab, yang juga dikenal sebagai Kobani, dengan membawa makanan, pasokan medis, dan bahan bakar. Meskipun situasi di Ain Al Arab secara bertahap membaik, kebutuhan kemanusiaan masih sangat besar. Pasokan listrik masih belum stabil, hanya memenuhi sekitar 40 persen dari kebutuhan dan kekurangan bahan bakar masih berlanjut dengan ketersediaan yang terbatas dan harga yang terus meningkat.
OCHA melaporkan prioritas utama otoritas setempat adalah meningkatkan akses masyarakat ke pasokan medis dan listrik. Banyak keluarga pengungsi telah menyampaikan kesediaan untuk kembali ke daerah asal mereka, namun kekhawatiran akan keamanan dan laporan tentang penjarahan properti masih menjadi penghambat kepulangan dalam jumlah besar. Bantuan juga telah menjangkau kamp Ak Burhan di wilayah barat laut Suriah, yang menampung lebih dari 1.000 keluarga yang direlokasi. Layanan dasar, termasuk pasokan listrik dan air rutin, telah tersedia di kamp Ak Burhan. Selain itu, keluarga menerima ransum siap santap, makanan hangat, dan perlengkapan kebutuhan dasar.
Sejak awal Januari 2026, para pekerja kemanusiaan telah menjangkau hampir 190.000 orang di Kegubernuran Aleppo dan sejumlah kegubernuran di wilayah timur laut melalui 29 konvoi, menyalurkan lebih dari 300 truk bantuan kemanusiaan. Upaya ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak pengungsi dan membantu meningkatkan kondisi kemanusiaan di Suriah utara. Selain itu, pasar mulai kembali beroperasi sebagian, namun harga masih tinggi akibat keterbatasan pasokan. Kesadaran akan kebutuhan mendesak akan kasur, selimut, jeriken, makanan, dan perawatan kesehatan tetap menjadi fokus utama dalam upaya bantuan kemanusiaan.


















