Berita  

Puasa Menurut Kemenkes: Tantang mental di era modern

Puasa yang dilakukan dengan benar memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan mental, membangun harmoni antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merekomendasikan beberapa langkah untuk menerapkan puasa secara optimal, seperti menetapkan tujuan spiritual, fokus pada mindfulness, menjaga pola hidup sehat, dan berbagi pengalaman dengan komunitas. Selama Ramadhan, banyak individu melaporkan penurunan gejala stres dan kecemasan berkat praktik puasa dan aktivitas spiritual. Penelitian menunjukkan bahwa puasa memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan kesehatan mental, membantu individu mengembangkan regulasi emosi yang lebih baik, serta meningkatkan kebahagiaan.

Puasa juga dapat menjadi terapi jiwa yang efektif, menjaga hormon kortisol terkait dengan respons tubuh saat stres, dan menghasilkan hormon endorfin yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Aktivitas spiritual selama puasa, seperti doa dan zikir, berfungsi sebagai bentuk mindfulness yang membantu individu tetap fokus pada momen saat ini. Selain itu, puasa berdampak positif pada metabolisme otak, meningkatkan fungsi kognitif, dan kesehatan mental.

Peningkatan produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) selama puasa mendukung pertumbuhan dan regenerasi sel otak serta melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif. Puasa juga memicu proses autofagi, membersihkan sel-sel rusak termasuk di otak, yang membantu memperbaiki jaringan otak yang rusak. Hormon kebahagiaan seperti serotonin dan endorfin selama puasa berkontribusi pada suasana hati yang positif, mirip dengan efek setelah berolahraga.

Meskipun begitu, bagi individu dengan gangguan mental berat seperti skizofrenia, Ramadhan mungkin menjadi tantangan. Dukungan keluarga dan komunitas sangat penting untuk membantu mereka menjalani bulan suci ini dengan baik. Puasa bukan hanya aspek religius, tetapi juga memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan mental, memperbaiki kualitas hidup dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan mental individu.

Source link