Gus Iqoxs El Khoir memberikan materi tentang manasik umrah di Wijaya Hall Room Hamur Pedas, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Puluhan calon jemaah umrah dari grup Sorban Makadinah berpartisipasi dalam manasik intensif ini untuk mempersiapkan diri secara teknis dan mental sebelum perjalanan ke Tanah Suci. Gus Iqoxs menekankan pentingnya memahami makna dan filosofi setiap rukun ibadah umrah dalam manasik, bukan hanya mengikuti seremoni secara mekanis.
Dalam bimbingan tersebut, jemaah diberikan pemahaman praktik ibadah secara mandiri, termasuk tata cara tawaf, sa’i, dan tahalul. Tujuannya adalah agar jemaah dapat mandiri saat berada di Tanah Suci tanpa terlalu banyak ketergantungan pada pembimbing. Selain itu, manasik juga mencakup simulasi tawaf dan sa’i untuk melatih ketahanan fisik jemaah serta memberikan pengenalan kondisi di Arab Saudi dan aspek budaya dan kesehatan yang perlu diperhatikan.
Gus Iqoxs juga menekankan bahwa manasik tidak hanya untuk memahami teknis ibadah, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun kebersamaan antar jemaah dan petugas pendamping. Hal ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan solidaritas selama perjalanan ibadah. Ia berharap jemaah dapat mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh agar ibadah yang dilakukan benar-benar bermakna dan diperkaya dengan pengetahuan yang memadai.


















