“Jaga Jakarta Bersih” adalah kegiatan yang menjadi prioritas bagi Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia kepada seluruh kepala daerah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan demi pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks Jakarta, Jusuf Kalla menegaskan bahwa sebagai warga Jakarta, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan bekerja untuk kota kita sendiri. Para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dari DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu terlibat secara langsung dalam kegiatan bersih tersebut. Mereka tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga melakukan promosi kesehatan lingkungan dan edukasi tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kegiatan “Jaga Jakarta Bersih” melibatkan relawan PMI dari seluruh wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu. Kerja bakti massal ini merupakan upaya dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan aman. Fokus kegiatan ini termasuk pembersihan lingkungan, sungai, saluran air, waduk, kawasan permukiman, dan ruang publik strategis lainnya. Jusuf Kalla turun langsung ke lokasi kegiatan di Pintu Air Cipinang Melayu, Jakarta Timur untuk menegaskan bahwa menjaga kebersihan Jakarta adalah tanggung jawab bersama seluruh warganya.
Ia menekankan bahwa membantu pemerintah dalam menjaga lingkungan sejalan dengan membantu diri sendiri karena dampak lingkungan yang kotor dan banjir akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Jusuf Kalla menambahkan bahwa menjaga kebersihan sungai, selokan, dan kantor akan mencegah terjadinya banjir yang akan berdampak pada rakyat kecil dengan kerugian besar. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di wilayah Provinsi DKI Jakarta, termasuk Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kabupaten Kepulauan Seribu pada Minggu, 8 Februari 2026, dimulai pukul 08.00 WIB. Total peralatan yang disiapkan untuk kegiatan ini termasuk 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 1.000 gerobak sorong, dan 3.000 karung. Setiap kota administrasi menerima peralatan pembersih sesuai kebutuhan. Kolaborasi antarlembaga ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Jakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.


















