Musim hujan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyebabkan kerusakan yang signifikan pada sejumlah bangunan. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, terdapat 41 rumah yang rusak akibat disapu angin kencang dan dampak cuaca ekstrem selama pekan ketiga Januari 2026. Area yang paling terdampak adalah Desa Bilelando, Desa Jelantik, Desa Labulia, Desa Tanak Awu, Teruai, Desa Laju, Desa Murbaya, dan Desa Nadia. Total kerusakan mencapai 41 bangunan di 10 desa yang berbeda.
Selain itu, angin kencang dan cuaca ekstrem juga menyebabkan tiang listrik roboh, pohon tumbang, dan jembatan penghubung di beberapa dusun desa rusak. Penanganan terhadap kerusakan tiang listrik sudah diatasi oleh PLN dan petugas gabungan. Di sisi lain, hujan lebat juga menyebabkan banjir di beberapa wilayah seperti Desa Kabul, Desa Bonder, Desa Selong Belanak, Desa Tanak Rarang, Desa Kateng, Desa Kuta, Desa Pengembur, Desa Puyung, dan Desa Kidang. Total 664 KK terdampak banjir di wilayah tersebut.
BPBD Lombok Tengah telah memberikan bantuan logistik untuk kebutuhan mendesak dan melakukan asesmen terhadap wilayah yang terdampak. Dengan masuknya sebagian besar wilayah Lombok Tengah ke dalam musim hujan, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang bisa terjadi secara mendadak. Potensi hujan cukup signifikan dalam 10 hari mendatang, oleh karena itu perhatian terhadap kebersihan dan debit air di wilayah aliran air sangat diperlukan. Semua pihak dihimbau untuk tetap waspada dan mengantisipasi bencana alam yang dapat terjadi.


















