Harga Batu Belah di Cilacap Naik, Sopir Truk Sepakati Rp950 Ribu per Rit

Sejumlah pengusaha tambang batu yang tergabung dalam Paguyuban Slamet Selatan bersama puluhan sopir dump truk di Cilacap menggelar mediasi terkait kenaikan harga batu belah. Mediasi ini dilakukan di rumah makan Pedesaan di Desa Selarang, Kecamatan Kesugihan pada Senin (5/1/2026). Awalnya, harga batu belah naik dari Rp90 ribu per kubik menjadi Rp150 ribu per kubik pada bulan Desember 2025 karena alasan kenaikan biaya operasional dan perawatan alat. Para sopir truk menilai kenaikan ini memberatkan dan menginginkan harga beli tetap menggunakan satuan ritase seperti sebelumnya.

Dalam mediasi, perwakilan sopir truk melakukan negosiasi dengan pengusaha tambang batu. Meski situasinya sempat tegang, akhirnya kedua belah pihak mencapai kesepakatan terkait harga batu belah sebesar Rp950 ribu. Kesepakatan juga mencakup harga crop, base course, dan batu wadas. Pengusaha tambang menjelaskan bahwa kenaikan harga batu belah terjadi karena hasil tambang tidak seimbang dengan biaya operasional. Para sopir truk di Cilacap juga mengaku puas dengan hasil audensi dan percaya bahwa kesepakatan ini akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak ke depan.

Di Cilacap, terdapat sekitar 150 sopir dump truk yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan hubungan antara pengusaha tambang dan sopir truk dapat berjalan lancar ke depannya. Salah satu anggota Paguyuban Slamet Selatan menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menjalani kemitraan ini. Semua pihak sepakat bahwa kesepakatan tersebut sesuai dengan keinginan bersama dan berpotensi memberikan keuntungan untuk semua pihak yang terlibat.

Source link