Kejadian Hilangnya Motor Vario Putih di Depan WTC Surabaya

Sebuah sepeda motor Honda Vario 125 warna putih dengan nomor polisi L 3350 GF dilaporkan hilang di kawasan World Trade Center (WTC) Surabaya, Rabu (1/1/2026). Kendaraan tersebut diketahui milik Siti Rahayu dan menjadi sarana utama keluarga untuk bekerja, Sabtu (3/1/2026). Laporan kehilangan telah diterima petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Genteng, wilayah hukum Polrestabes Surabaya, pada malam hari sekitar pukul 19.00-21.00 WIB tertandatangani oleh Aiptu Ribut Hariono. Polisi menerima tanda bukti laporan kehilangan kendaraan bermotor dengan ciri-ciri Honda Vario 125 putih, nopol L 3350 GF, atas nama Siti Rahayu oleh SPKT Polsek Genteng bernomor LPM/186/01/2026/SPKT/POLSEK GENTENG/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JATIM. Merespons laporan yang dibuat Apriska Antemelita mendatangi ke Mapolsek Genteng dan ditanggapi unit Reskrim Polsek Genteng. Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, membenarkan atas laporan kehilangan sepeda motor di tempat kejadian perkara (TKP) area kawasan WTC Mall Surabaya. Sementara Adik pelapor, Moh. Bayu Puji Rahmadani, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika kakaknya, Apriska Antamelita, berencana memperbaiki telepon genggam yang rusak. Perbaikan tersebut ditawarkan secara gratis oleh seorang pria bernama Adi, yang telah dikenal korban selama kurang lebih tiga tahun melalui Facebook. Awalnya kakak saya percaya karena sebelumnya HP juga pernah diperbaiki gratis oleh orang yang sama,” ujar Bayu saat memberikan keterangan kepada polisi. Bayu menceritakan, pada Rabu (1/1/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, Adi datang ke rumah korban di Jalan Gresikan Gang 6, Surabaya, bersama seorang rekannya. Mereka kemudian berangkat menuju WTC Surabaya menggunakan motor Honda Vario putih milik keluarga korban. Setibanya di WTC, korban hendak memarkir kendaraan di area resmi. Namun karena tidak membawa STNK, Adi menyarankan agar motor diparkir di luar gedung, tepatnya di depan pintu masuk WTC yang biasa digunakan pengemudi ojek daring. Kunci motor masih dipegang kakak saya, sementara yang jaga motornya temannya Adi,” kata Bayu. Selanjutnya, korban lalu naik ke lantai atas bertiga, termasuk Adi untuk membeli LCD ponsel. Tidak lama kemudian, Adi berpamitan dengan alasan hendak membeli ponsel untuk anaknya dan turun lebih dulu ke lantai bawah. Setelah itu, Adi dan rekannya tidak kembali. Merasa curiga, korban turun ke lokasi parkir dan mendapati motornya sudah tidak ada. Korban kemudian menanyakan kepada sejumlah pengemudi ojek daring di sekitar lokasi. “Salah satu driver bilang motornya tadi didorong pakai kaki ke arah luar, sekitar sepuluh menit sebelum kakak saya turun,” ujar Bayu. Upaya menghubungi Adi melalui telepon dan pesan singkat tidak membuahkan hasil. Akun Facebook milik Adi diketahui masih aktif hingga sekitar pukul 16.00 WIB di hari yang sama, namun setelah itu tidak lagi bisa dihubungi alias non aktif nomer sellulernya. Merasa menjadi korban pencurian, keluarga kemudian mendatangi rumah orang tua Adi di kawasan Mulyorejo, Surabaya. Namun ibu Adi, sebutnya menyatakan tidak mengetahui keberadaan anaknya dan menyarankan agar kasus tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian. Bayu menegaskan motor tersebut merupakan satu-satunya kendaraan yang digunakan keluarga untuk menunjang aktivitas kerja sehari-hari. “Kami berharap motor itu bisa segera ditemukan. Itu satu-satunya motor keluarga dan dipakai untuk kerja,” ujarnya. (*)

Source link