Presiden Ekuador, Daniel Noboa, telah mengumumkan status “keadaan darurat” baru selama 60 hari di sembilan provinsi dan tiga kota akibat peningkatan kekerasan kriminal. Langkah ini diambil karena kekacauan internal yang serius yang terjadi, menurut laporan media lokal. Dekret ini, yang diteken oleh Presiden pada 31 Desember, efektif sejak Kamis di sejumlah provinsi dan kota di Ekuador. Provinsi-provinsi yang terkena dampak antara lain Guayas, Manabi, Santa Elena, Los Rios, El Oro, hingga Esmeraldas di wilayah pesisir. Selain itu, provinsi Pichincha dan Santo Domingo di bagian tengah-utara Ekuador, serta Provinsi Sucumbios di kawasan Amazon juga tercakup dalam deklarasi tersebut.
Keputusan ini juga berlaku untuk Kota La Mana di Provinsi Cotopaxi, kota Las Naves dan Echeandia di Provinsi Bolivar di kawasan Andes. Presiden Noboa menjelaskan bahwa dekret ini bertujuan untuk mengurangi kekerasan dengan intensitas tinggi, mencegah ancaman yang sedang berlangsung, serta membongkar struktur kriminal yang ada. Data dari Kepolisian Nasional Ekuador mencatat selama rentang waktu tertentu, terdapat 1.232 korban pembunuhan yang disengaja di provinsi-provinsi yang terkena dampak status “keadaan darurat”.
Tindakan ini diambil untuk menanggulangi peningkatan kekerasan kriminal yang meresahkan, dan diharapkan bisa membantu memulihkan ketertiban di wilayah tersebut. Dengan penerapan status “keadaan darurat” selama 60 hari ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban dapat segera dipulihkan di sembilan provinsi dan tiga kota yang terdampak. Hal ini juga menjadi perhatian serius bagi pemerintah dalam menangani masalah keamanan dalam negeri.













