Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan pentingnya melakukan asesmen yang tepat dan cepat untuk memulihkan cagar budaya yang terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatera. Asesmen ini dianggap sebagai langkah penting dalam memberikan dukungan psikososial berbasis budaya kepada masyarakat setelah terjadi bencana. Proses penyusunan rencana pemulihan situs dan ruang budaya ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari lintas instansi hingga komunitas dan masyarakat. Hasil asesmen tersebut nantinya akan menjadi panduan dalam upaya pemugaran cagar budaya yang rentan terkena bencana di masa depan.
Menyikapi situasi pascabencana di Sumatera, Menbud Fadli Zon juga mengungkapkan duka yang mendalam terhadap korban banjir dan longsor. Beliau menekankan pentingnya respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam upaya pemulihan pasca bencana, serta perlunya dilakukan asesmen kebutuhan secepat mungkin.
Rapat Koordinasi Pimpinan Kementerian Kebudayaan juga dijadikan ajang untuk menggalang sinergi dan kolaborasi dalam memajukan ekosistem kebudayaan. Dalam rapat tersebut, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, menegaskan bahwa sinergi lintas unit sangatlah penting. Sementara Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, menggarisbawahi perlunya keterlibatan lintas sektor seperti pendidikan dan teknologi dalam upaya memajukan kebudayaan.
Ditjen PPPK, Ahmad Mahendra, menjelaskan peran lembaganya dalam memperkuat ekosistem seni budaya dan mempertahankan nilai budaya di masyarakat. Program-program yang dikembangkan oleh Ditjen PPPK bertujuan menciptakan ekosistem seni budaya yang kuat dan berkelanjutan. Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia dan memperkuat karakter bangsa.
Dalam upaya pelindungan dan pelestarian kebudayaan, Sekretaris Direktorat Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara, mengungkapkan berbagai program strategis yang tengah dilakukan. Salah satunya adalah penetapan cagar budaya peringkat nasional, penyelamatan Barang Muatan Kapal Tenggelam, dan penguatan lembaga kepercayaan serta lembaga adat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat identitas dan karakter bangsa serta meningkatkan kesadaran budaya masyarakat.
Program-program yang digulirkan oleh Kementerian Kebudayaan ini diharapkan dapat mendukung empat pilar kebijakan yaitu pendidikan, ekonomi budaya, diplomasi budaya, dan pemersatu bangsa untuk memperkuat jati diri Indonesia di tengah berbagai keberagaman budaya. Melalui kerja sama domestik dan internasional serta program-program peningkatan kapasitas dan revitalisasi aset budaya, diharapkan keberadaan kebudayaan Indonesia semakin berkembang dan dapat menghadapi tantangan zaman dengan lebih baik.












