Pemerintah pusat melalui Kemenko Pangan, Konservasi Indonesia (KI), dan Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dalam pembentukan Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya saing sektor udang yang ramah lingkungan di daerah. Pembentukan tim ini diumumkan dalam acara “Penguatan Transformasi Industri Budi Daya Udang Nasional” di Banyuwangi, yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti Wakil Bupati Banyuwangi, Senior Ocean Program Advisor KI, dan Ketua Shrimp Club Indonesia.
Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budi Daya Kemenko Pangan, Cahyadi Rasyid, menegaskan bahwa sektor udang merupakan komoditas strategis nasional, tetapi masih menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, pembentukan tim ini menjadi model kolaborasi pertama di Indonesia yang melibatkan pemangku kepentingan untuk memperkuat industri udang nasional. Cahyadi menilai Banyuwangi memiliki modal yang kuat, baik dari sisi sosial, komunitas pembudi daya, maupun komitmen pemerintah daerah.
Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan dipimpin oleh Dinas Perikanan Banyuwangi dan terdiri dari delapan komisi yang berfokus pada berbagai aspek, mulai dari konservasi, pasar, hingga teknologi dan inovasi budi daya. Pembentukan tim ini merupakan hasil dari pendampingan KI kepada petambak dan kerja sama dengan perguruan tinggi, dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas dan transformasi budidaya udang menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menjelaskan bahwa keberadaan tim pelaksana ini sangat penting untuk memberikan arah yang jelas bagi industri udang di daerah. Ia berharap tim ini dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan udang yang adaptif, berkelanjutan, dan inklusif. Langkah-langkah strategis yang diambil oleh tim ini akan diintegrasikan dalam kebijakan daerah untuk meningkatkan produktivitas tambak sambil menjaga kelestarian lingkungan dengan inovasi teknologi. Semoga upaya ini dapat mewujudkan industri udang yang modern dan berkelanjutan di Indonesia.












