Direktorat Siber Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan terhadap laman atau website yang diakses oleh terduga pelaku atau anak berkonflik dengan hukum (ABH) untuk merakit bom yang meledak di SMAN 72 Jakarta. Dirresiber Polda Metro Jaya, Kombes Pol Roberto GM Pasaribu menyatakan bahwa proses pendalaman terhadap situs-situs online yang diakses oleh ABH sedang berlangsung melalui digital forensik di laboratorium. Pasaribu juga menjelaskan bahwa laptop yang digunakan oleh ABH itu telah ditemukan dan diserahkan kepada pihak penyidik. Selain itu, Polda Metro Jaya juga telah berkoordinasi dengan Komdigi untuk melakukan pembatasan terhadap situs yang termonitor.
Dalam konferensi pers yang diadakan, Kombes Pol Henik Maryanto, Dansat Brimob Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa empat dari tujuh bom yang disiapkan terduga pelaku telah meledak di lingkungan masjid SMAN 72 Jakarta. Langkah-langkah investigasi menunjukkan adanya dua tempat kejadian perkara (TKP) peledakan, yaitu di dalam masjid lingkungan SMAN 72 serta di bank sampah dan di Taman Baca. KPAI juga memberikan pendampingan pada terduga pelaku selama proses investigasi ini berlangsung. Polda Metro Jaya sedang memfokuskan upaya keamanan dan penanganan kasus ini dengan serius agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.













