Berita  

Freeport Indonesia Apresiasi YPMAK dalam Pembentukan Dokter Asli Amungme-Kamoro

Selama berlangsungnya periode waktu ini, lebih dari 12 ribu hingga 13 ribu anak asli Papua telah diberikan bantuan dana beasiswa di berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SD hingga universitas. Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) merasa bangga karena Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terus menghasilkan dokter-dokter asli Suku Amungme-Kamoro di Kabupaten Mimika, Papua Tengah melalui program beasiswa yang disediakan. Claus Wamafma, Direktur & Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, menyebutkan bahwa beberapa putra-putri Amungme-Kamoro telah menyelesaikan pendidikan kedokteran di berbagai universitas di Indonesia, dengan beberapa lainnya sedang menempuh pendidikan tersebut.

Diantaranya, Aprilda Yulifa Thalia Thomas Karupukaro, salah satu peserta program beasiswa YPMAK, telah dilantik sebagai dokter oleh Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Program beasiswa tersebut telah memberikan bantuan dana kepada anak-anak asli Papua selama hampir 30 tahun dengan jumlah mencapai 12 ribu sampai 13 ribu penerima, melalui YPMAK yang sebelumnya dikenal sebagai LPM-Irja dan LPMAK.

PTFI dan YPMAK terus melakukan evaluasi program beasiswa, termasuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Mimika dan memberikan pendampingan pada siswa SMA untuk mempersiapkan mereka dalam melanjutkan ke perguruan tinggi. Selain itu, program juga memperhatikan pilihan jurusan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan di Mimika dan Tanah Papua.

Claus berharap agar lulusan program beasiswa dapat kembali ke daerahnya untuk memberikan kontribusi, dan membuka kesempatan bagi mereka yang berhasil dalam studi untuk bergabung dalam operasi pertambangan di wilayah Tembagapura, Mimika. Program beasiswa diharapkan dapat memberikan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, seperti STPDN, Sekolah Perhubungan, Sekolah Bea Cukai, dan lainnya.

Dalam upaya mendukung pemerintah daerah, Claus berharap para dokter yang sudah menyelesaikan pendidikan mereka dapat kembali ke Mimika untuk melayani masyarakat di kampung-kampung terpencil. Selain itu, dia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak Amungme-Kamoro untuk mengejar pendidikan spesialis agar dapat memiliki dokter spesialis dari suku tersebut.

Source link